Observasi Sejenak

“Sebelum kita berargumen mengenai sesuatu, baik flat earth, guru yang diberhentikan, kenaikan UKT, pemilihan pemimpin dan lain-lain, alangkah baiknya bila kita melakukan observasi”

Bayangkan, Anda sedang memegang gadget Anda, kemudian melihat hal yang membuat Anda marah karena ada seseorang, baik di medsos atau lainnya, yang membuat Anda marah karena dia telah mencoreng diri Anda, baik secara prinsip, kepercayaan, atau sosial.

Sebagian pikiran Anda akan mencoba mengetik argumen pembelaan terhadap apa yang Anda bela. Sebagian lagi, akan tak peduli dengan hal itu.

Namun kedua hal tersebut sama-sama tidak baik. Alangkah baiknya jika kita melakukan ” Observasi Sejenak “.

Apa itu Observasi ?

Observasi adalah berhenti sejenak dan memilah dengan cermat apa yang kita tau dan apa yang kita tidak ketahui ( Carey, 2015 ).

Peran dari observasi dalam suatu masalah, menurut Carey adalah

  1. Fokus pada faktor-faktor yang relevan dengan masalah yang di observasi.
  2. Memberikan kunci untuk menjelaskan suatu fenomena atau masalah yang di observasi.
  3. Mengarahkan pada suatu bukti penjelasan, baik konstruktif atau destruktif.

Menurut Carey, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam melakukan observasi.

  1. Pendefinisian

Sebelum kita dapat memulai observasi atau menulis argumen, hal pertama yang harus ditanyakan pada diri kita sendiri adalah ” Apakah kita benar-benar mengetahui masalah tersebut “.

Misalnya, sebelum kita berargumen tentang flat earth, kita terlebih dahulu harus benar-benar mengerti apa yang dimaksud dengan Bumi, bentuk, geometri, dan lain-lain. Apakah Bumi adalah planet yang dihuni mahluk hidup? Lalu apa itu mahluk hidup? Apakah mereka memilki kehendak bebas? Apa itu kehendak bebas? Apa itu datar? Apakah meja ini datar untuk satu pengamat? atau semua pengamat?

Setelah melakukan pendefinisian pun, kita tidak terjamin 100 % mengerti apa masalah kita. Oleh karena itu, proses pendefinsian perlu waktu yang panjang.

2. Observasi yang terlewat

Anda sedang mencari tau tentang Bumi di suatu artikel. Kemudian anda merasa bahwa ada sesuatu yang belum Anda ketahui atau Anda merasa lelah dan tanpa sengaja melewatkan satu sampai dua kalimat dalam artikel yang Anda baca.

Sangat penting untuk menanyakan pada diri Anda ” Apakah ada cara untuk tidak melewatkannya ? “.  Contohnya, Anda bisa menyingkirkan handphone Anda selagi membaca artikel tentang Bumi untuk mengurangi distraksi yang ada. Sebisa mungkin kurangi kemungkinan inattentional blindness, keterleawatan yang tidak disengaja.

3. Bedakan fakta dan asumsi

Misal, teman Anda bercerita bahwa di malam hari dia melihat piring terjatuh dari meja di rumahnya dan dia berkata bahwa tetangganya meninggal tadi siang.

Kemungkinan orang akan berpikir bahwa ada hantu tetangganya di rumahnya.

Contoh lain, siswa yang tidak sadarkan diri dan bertingkah aneh di sekolah.

Orang akan berpikir untuk mengundang ahli untuk membacakan mantra.

Sebisa mungkin, Anda harus membedakan mana fakta dan mana asumsi. Piring jatuh adalah fakta. Hantu tetangga adalah asumsi. Siswa yang tidak sadarkan diri adalah fakta. Kesurupan adalah asumsi.

Orang sering mencampur adukkan fakta dan asumsi untuk menipu pembaca.

4. Data bandingan

Misal, sebuah artikel berkata bahwa ekonomi indonesia sedang mengalami penurunan.

Sebelum berkata ekonomi turun, artikel tersebut harus membuktikan penurunannya dengan menampilkan data bandingan.

Artikel tersebut bisa menampilkan ekonomi indonesia sepuluh tahun terakhir, atau bidang-bidang yang berkausal dan berkorelasi dengan ekonomi.

5. Kontaminasi harapan atau keyakinan

Anda mencari tau tentang flat earth. Anda sangat yakin bahwa bumi itu bulat. Anda melakukan satu kesalahan.

Semua artikel yang Anda baca adalah artikel yang mendukung bahwa bumi itu bulat.

Sama halnya dengan pemilihan dua calon ketua.

Artikel yang Anda baca semuanya adalah artikel yang mendukung satu pihak.

Maka Anda telah melakukan logical fallacy yang namanya confirmation bias.

Jika Anda ingin mencari kebenaran sesuatu yang berlawanan, ada baiknya Anda memahami dari kedua kubu.

Itu adalah beberapa hal penting mengenai observasi. Sebelum kita berargumen mengenai sesuatu, baik flat earth, guru yang diberhentikan, kenaikan UKT, pemilihan pemimpin dan lain-lain, alangkah baiknya bila kita melakukan observasi. Sekian

Sitasi :

  • Carey, Stephen S. Kaidah-Kaidah Metode Ilmiah. Bandung: Nusamedia, 2015.

Sumber Foto:

  • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Jl. Seram No. 2
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s