Le Petit Prince (The Little Prince)

“Hanya lewat hati kita melihat dengan baik. Yang terpenting tidak tampak di mata”

Pada suatu hari, ada seorang Pangeran Cilik, yang tinggal di sebuah planet kecil yang sedikit lebih besar dari tubuhnya.

IMG_20170423_220235_1492959772014

Pangeran Cilik sangat kesepian, setiap hari dia harus menyingkirkan pohon-pohon baobab kecil sebelum mereka menjadi besar dan menghancurkan planetnya.

Suatu hari, tumbuh setangkai bunga mawar diantara pohon-pohon baobab itu. Pangeran Cilik sangat senang akan adanya bunga mawar itu. Dia begitu cantik dan indah.

Namun, ada sesuatu yang mengganjal diri Pangeran Cilik sehingga dia harus pergi dari planetnya.

Sekilas, novel ini ditujukan untuk anak-anak. Dengan gambar-gambarnya yang lucu, bahasanya yang ringan. Tapi tidak, novel ini adalah salah satu novel yang membuat orang dewasa menatap tembok dengan tatapan yang kosong setelah membacanya. Dan memikirkan segala yang telah dia lakukan.

Inilah kehebatan Antoine de Saint-Exupery dalam menulis. Dari novel inilah kita dapat mengetahui bagaimana isi pikiran penerbang Prancis ini.

Pangeran Cilik akan pergi dan bertanya-tanya kepada berbagai hal yang dia temui. Dia bertemu dengan raja, orang sombong, pemabuk, pengusaha, penyulut lentera, ilmuwan dan lain-lain. Semuanya berakhir dengan perkataan pangeran cilik ” Orang dewasa memang aneh “.

Orang dewasa berpikir kalau dirinya memiliki kekuasaan. Orang dewasa menginginkan dirinya untuk memperoleh kehormatan. Orang dewasa malu akan kesalahan yang pernah dilakukannya. Orang dewasa mengumpulkan harta tanpa tau untuk apa harta itu. Orang dewasa menjalankan perintah dan hierarki yang berlaku di lingkungannya tanpa pernah mempertanyakannya. Orang dewasa mengetahui berbagai ilmu hanya untuk lulus dan bekerja.

Itu sebabnya orang dewasa aneh.

Ironinya, di Bumi terdapat jutaan raja, orang sombong, pemabuk, pengusaha, penyulut lentera, dan ilmuwan.

Orang dewasa mengumpulkan ribuan mawar, lebih banyak dari satu mawar yang Pangeran Cilik punya, namun mereka tidak menemukan apa yang mereka cari.

Yang membuat mawar Pangeran Cilik spesial dari ribuan mawar yang lain bagi Pangeran Cilik adalah karena mawar itu adalah teman Pangeran Cilik. Hanya hatilah yang dapat melihat hal penting, mata itu buta.

Catatan penulis:

Jujur, mungkin inilah novel favorit penulis yang pernah penulis baca. Novel ini bercerita tentang kedewasaan. Bagaimana sang Pangeran Cilik kesepian di dunianya. Kemudian datanglah mawar yang melambangkan cinta. Cinta sangat berperan dalam kedewasaan seseorang, baik cinta kepada lawan jenis ataupun yang lain.

Namun, sang Pangeran Cilik merasa kebebasannya telah direnggut oleh tanggung jawabnya kepada mawar itu. Oleh karena itu dia mencoba untuk pergi dari planetnya.

Setelah bertemu dengan berbagai mahluk. Pangeran Cilik mengerti bahwa tidak masalah bertambah dewasa, yang terpenting adalah jangan melupakan atau membuang pemikiran masa anak-anak kita.

Sudah terlambat bagi Pangeran Kecil untuk kembali ke masa anak-anaknya. Dia sudah membentuk berbagai ikatan dan tanggung jawab baik dengan mawar, rubah, ataupun sang penerbang.

Oleh karena itu dia merelakan dirinya digigit ular berbisa agar dia meninggalkan semua sifat dewasanya. Dan berharap kembali ke planetnya, bersama mawarnya.

“Bagiku, inilah pemandangan yang paling indah dan paling menyedihkan di dunia”

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s