Great Expectations

“Sekali lagi, kabut naik saat aku melangkah pergi. Jika mereka menegaskan padaku, seperti yang kuduga akan mereka lakukan, bahwa aku tidak akan kembali, dan bahwa Biddy memang benar, satu-satunya yang aku bisa katakan adalah mereka benar sekali” – Pip

Seorang anak bernama Pip, keponakan pandai besi bernama Joe, sedang menangis diatas nisan ayah dan ibunya. Tiba-tiba saja dia ditarik oleh seseorang yang tak dikenal, perawakannya besar, kotor, menakutkan. Terlihat bahwa tangan dan kakinya terikat oleh suatu rantai. Mungkinkah dia seorang narapidana yang lari? Orang itu menyuruh Pip untuk mengambilkannya kikir besok malam. Ketakutan, Pip pun melakukannya.

Pip berusaha untuk melupakan kejadian itu, kejadian yang menghantuinya terus menerus. Suatu hari, Pip diundang oleh seorang wanita tua nan kaya untuk menjadi teman putrinya, Estella. Pip jatuh cinta akan kecantikan dan tingkah laku Estella, walaupun cinta dibalas dengan sikap judes seorang Estella dan ucapan-ucapan kasar.

Beberapa tahun berselang, Pip mendapat sebuah prospek kekayaan dari seseorang yang tidak ingin disebutkan namanya. Dengan waktu singkat, Dia pergi ke London dan segera bergaul dengan orang-orang kaya disana. Rumah besar, buku-buku di rak, pakaian mewah, semuanya dimilikinya.

Tapi siapa yang telah memberi Pip prospek besar itu? dan, apakah mungkin semuanya berkaitan dengan Estella? Lalu, bagaimana cinta mereka?

Cerita diatas merupakan kutipan dari Novel Great Expectations, ditulis oleh penulis besar Inggris abad ke-19, Charles Dickens. Novel ini bergenre drama dan romance, dan menurut saya sendiri bergenre slice of life. Didalanya, Kita akan dikenalkan dengan kehidupan abad ke-19 Inggris dengan kehidupan mewahnya sekaligus kotor. Kita juga melihat bagaimana perubahan Pip dari seorang pandai besi, menjadi seseorang yang berpakaian bangsawan. Kesetiaan seorang Joe, keangkuhan Estella, kasih sayang Biddy, Nona Havisham yang malang, semuanya bersatu didalam novel ini.

Awalnya kita akan disuguhkan dengan alur yang lambat yang akan membuat pembaca bertanya-tanya seterusnya. Di pertengahan menjelang akhir, ibarat kapal yang sedang mengarungi badai, alur cerita yang disuguhkan berubah menjadi cepat dan tegang, namun tetap membuat pembaca penasaran. Seperti biasa, karena novel yang saya baca adalah terjemahan, bahasa yang digunakan agak sedikit aneh, mungkin hal ini tidak akan ada pada novel aslinya.

Novel ini benar-benar mengajarakan pembaca arti dari kesetiaan, arti dari cinta, arti dari kehidupan itu sendiri. Satu kalimat yang cocok untuk menjadi pesan kepada pembaca menurut penulis adalah usahakanlah impianmu, janga jadikan impianmu sebagai angan-angan saja. Novel ini sangat cocok untuk pembaca bergenre drama, slice of life atau pembaca novel thriller yang ingin menggabungkannya dengan romance.

Side Note (spoiler) : Hal yang berkesan bagi saya dari novel ini adalah bagaimana persahabatan dari Pip dan Herbert. Persahatan mereka, walaupun tidak disebutkan secara langsung dan hanya diceritakan dari tindakan dan pikiran, benar-benar arti dari sebuah persahabatan. Mulai dari bagaimana awal mereka bertemu, Pip yang ingin menolong Herbert untuk mendapatkan Clara dan membantunya untuk sukses. Herbert yang selalu ada disaat Pip membutuhkannya bahkan berani melawan bahaya. Penulis sangat puas dengan akhir novel ini karena memang penulis pecinta cerita Bitter-Swee. Kita dapat sesuka hati menerjemahkan akhir dari cerita ini, entah Pip berakhir bersama Estella atau Pip merelakan Estella. Ada rekomendasi novel seperti ini? tulis dikomentar…

“Kabut pagi telah lama naik sejak aku pertama kali meninggalkan bengkel, dan kini kabut malam menyebar ke segala penjuru. Di hamparan luas cahaya sentosa yang menerpaku, tak lagi terlihat bayangan perpisahan dengan Estella” – Pip

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s