Pengaruh Game Digital Dalam Perkembangan Manusia

Game digital sangat digemari oleh masyarakat.Bermain game digital membuat pemainnya bisa sejenak melepaskan keletihan menjalani kehidupan nyata. Tidak heran banyak orang dewasa bermain game saat pekerjaannya sudah membuat mereka muak. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga senang bermain game. Waktu luang mereka yang banyak menyebabkan mereka harus melakukan suatu kegiatan, termasuk bermain game digital.

Bermain game digital dapat mempengaruhi kecerdasan otak. Anggapan ini sudah banyak tersebar dalam masyarakat, dan memang benar baik secara penelitian atau logika, game dapat meningkatkan kecerdasan otak terutama otak anak-anak. Berita yang buruk untuk para orang tua. Misalnya, dalam permainan tembak-menembak (Rainbow Six Siege misalnya) pemain dituntut untuk memprediksi gerakan musuh untuk dapat mengenai sasaran. Terkadang, pemain juga dituntut bekerjasama dengan teman mainnya untuk memenangkan sebuah pertandingan. Ya, sarana belajar yang baik untuk anak agar meningkatkan otak anak. Bukankah sudah jelas game digital baik untuk anak?

Tapi tunggu, lihat apa yang kutulis diatas? Akan kuulangi

“…bekerjasama dengan teman mainnya untuk memenangkan sebuah pertandingan…”

Ya, pemain dituntut untuk memenangkan pertandingan. Tujuan pemain adalah menang dalam setiap pertandingan, kalaupun tidak untuk memenangkan pertandingan, pemain dituntut untuk menyelesaikan misi tertentu. Jika misi itu gagal atau pemain tersebut tertembak dan mati, berakhir gamenya dan pemain harus mengulanginnya sampai pemain berhasil menyelesaikan misi tersebut. Secara tidak langsung, hal ini akan mempengaruhi kepribadian pemainnya( yang kebanyakan anak-anak) untuk menganggap bahwa tujuan hidupmu adalah untuk mencapai kemenangan, keinginan. Pemain tidak boleh gagal untuk mencapai keinginannya, kekalahan adalah sebuah kesedihan. Pikiran pemain akan membentuk diri agar dia mengutamakan dirinya untuk menang. Pemain tidak ingin menerima kekalahannya karena kekalahan adalah kegagalan dan itu membuat pemain sedih.

Penulis pernah merasakannya saat penulis berusia sekitar lima tahun. Saat itu penulis bermain game digita tentang sepak bola dengan kakak penulis. Tentu saja karena keahlian bocah lima tahun melawan remaja berusia lima belas tahun, penulis dikalahkan sangat parah. Hal itu membuat penulis sedih dan marah, lalu meminta kakak penulis untuk kalah melawan penulis. HAHAHA, mengingatnya saja membuat penulis tertawa.

Anak akan terpengaruh bahwa kita harus tidak boleh gagal dalam suatu hal. Sikap seperti itu, sikap menginginkan segala yang diinginkannya, anak akan mengingatnya. Selain anak mendapat kecerdasan otak, anak akan mendapat sikap seperti itu.

Sikap masyarakat akan berubah ke arah masyarakat penjajah. Walaupun penjajahan fisik berkurang, penjajahan kemerdekaan akan meningkat. Sikap selalu ingin menang, menempa masa kecil para penjajah ini.

Akhir kata

Keinginan hanya akan membawa pada kekecewaan, baik untuk penginginnya sendiri ataupun orang lain.

Sumber gambar:Game Rainbow Six Siege, game first person shooter terbaik menurut penulis.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s